JABARONLINE.COM – Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar kegiatan Halalbihalal sekaligus Tasyakuran Milad ke-39 pada Senin (30/3/2026). Mengusung tema “Sinergi Inovasi dan Prestasi dalam Bingkai Kampus Bertauhid”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kolaborasi dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dosen, serta seluruh sivitas akademika. Ada hal unik dalam rangkaian acara tahun ini, di mana seluruh peran teknis diisi langsung oleh jajaran pimpinan universitas. Wakil Rektor I, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., memimpin pembacaan doa; Wakil Rektor II, Assoc. Prof. Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E., bertindak sebagai pembawa acara; Wakil Rektor III, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd., berperan sebagai dirigen; dan Sekretaris Universitas, Dr. Asep Thobibudin Qolyubi, S.H., M.H., membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian institusi selama 39 tahun. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi kemajuan UNIDA dan Yayasan Pendidikan Amaliah Ilmiah (YPSPIAI).
Polisi Diburu Pertanyaan soal Hilangnya Truk BBM Subsidi di Kelapanunggal, Gerindra Buka Suara
"Di momen Idulfitri sekaligus Milad ke-39 ini, mari kita saling memaafkan agar kembali fitrah dan bersatu membangun UNIDA menjadi institusi yang lebih maju," ujar Prof. Endeh.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman AS., M.Pd., menekankan bahwa momentum ini merupakan langkah konsolidasi menuju universitas yang unggul. Ia mengingatkan bahwa transformasi diri berdasarkan 21 Karakter Tauhid harus menjadi landasan gerak bagi seluruh insan UNIDA.
Inovasi Energi Nasional BOBIBOS
Acara ini juga menghadirkan sesi inspirational talk bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Dr. H. Mulyadi, M.M.A. Dalam paparannya, ia memperkenalkan inovasi BOBIBOS (Bahan Bakar Orisinal Buatan Indonesia). Inovasi ini berupa bahan bakar nabati yang memanfaatkan limbah jerami pertanian.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas BOBIBOS diklaim berada di atas standar Pertamax Turbo 98,1. Dr. Mulyadi menilai inovasi ini tidak hanya menjadi solusi energi alternatif, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk kemandirian energi berbasis pertanian. Inovasi seperti BOBIBOS dapat menjadi bagian dari revolusi energi dunia yang dimulai dari lingkungan kampus," ungkap Dr. Mulyadi.