JABARONLINE.COM - Polemik yang mencuat di ruang digital terkait profesi jurnalis mendapat perhatian serius dari kalangan wartawan di Sukabumi. Ketua IJTI Sukabumi Raya, Apit Haeruman, menegaskan pentingnya menjaga etika bermedia sosial serta memperkuat sinergi antara masyarakat, pengelola wisata, dan aparat penegak hukum.

Menurut Apit, maraknya komentar dan unggahan di media sosial yang menyerang profesi tertentu menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap literasi digital. Ia menilai kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan alasan untuk menghina atau merendahkan profesi orang lain.

“Media sosial itu ruang publik yang memiliki konsekuensi hukum. Kebebasan berpendapat harus dibarengi tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan itu berubah menjadi penghinaan terhadap profesi,” ujar Apit jum, at 27/03/2026.

Selain itu, Apit juga menyinggung persoalan tata kelola pariwisata di kawasan Ujunggenteng yang belakangan menjadi perbincangan publik. Ia menegaskan wartawan tidak pernah bermaksud merugikan sektor pariwisata, justru hadir sebagai mitra untuk mengawal transparansi dan kenyamanan wisatawan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan jurnalis seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial agar pengelolaan destinasi wisata berjalan lebih baik dan profesional.

“Wartawan bukan lawan pariwisata. Justru kami ingin memastikan kawasan wisata dikelola secara terbuka, bersih, dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” katanya.

Lebih lanjut, IJTI Sukabumi Raya juga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan terbuka dalam menindaklanjuti setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap profesi jurnalis. Hal ini penting agar situasi tetap kondusif serta menjaga kehormatan profesi pers.

Apit menegaskan bahwa keberadaan pers memiliki peran penting dalam sistem demokrasi, terutama dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.

“Pers adalah salah satu pilar demokrasi. Jika profesi ini terus diserang dengan fitnah dan penghinaan, maka yang dirugikan bukan hanya jurnalis, tetapi juga masyarakat yang selama ini menggantungkan suara mereka melalui pemberitaan,” tegasnya.