JABARONLINE.COM - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Warga Cibeureum (Forwacib) menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan praktik monopoli hingga indikasi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Sukabumi.

Dengan membawa spanduk, atribut aksi, serta mobil komando, para peserta unjuk rasa secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti pengelolaan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang dinilai tidak berpihak pada pelaku usaha lokal.

Koordinator aksi, Ujang Taufik, menyebut pihaknya menemukan dugaan keterlibatan salah satu anggota DPRD Kota Sukabumi berinisial AW dari Fraksi Gerindra dalam pengelolaan dapur program MBG di wilayah Cibeureum.

“Kami menduga ada oknum anggota DPRD yang mengendalikan sekitar lima dapur MBG dengan menggunakan nama pihak lain. Bahkan ada pabrik roti yang pekerjanya bukan warga Sukabumi, tetapi didatangkan dari luar daerah,” ujar Ujang kepada wartawan di lokasi aksi.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah Cibeureum. Ia menilai program yang seharusnya membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar justru tidak melibatkan pelaku usaha lokal.

“Seharusnya UMKM lokal diberdayakan. Tapi yang terjadi, bahan-bahan seperti bawang, telur hingga ayam dipasok oleh kelompok bermodal besar. Akibatnya pedagang kecil tidak mendapat manfaat dari program ini,” tegasnya.

Selain itu, Forwacib juga mengungkap dugaan adanya pungutan liar yang terjadi di lingkungan sekolah terkait program MBG. Ujang menyebut ada permintaan setoran hingga Rp500 per porsi makanan.

“Kalau satu sekolah ada sekitar 1.800 siswa, dikalikan Rp500 per porsi, nilainya cukup besar. Pertanyaannya, uang itu diambil dari mana? Jangan sampai hak makan anak-anak justru dipotong,” katanya.

Menanggapi tudingan tersebut, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Ardi Wantoro, membantah keras keterlibatannya dalam kepemilikan dapur MBG maupun pabrik roti yang disebut oleh massa aksi.